Menu

 

Pemakaian Kata Perempuan atau Wanita




Kongres Perempuan Indonesia ke-1 diselenggarakan di Yogyakarta, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), dimulai pada Sabtu malam 22-25 Desember 1928 dihadiri lebih dari 1000 orang.

 

Kadang sebagai perempuan banyak perasaan yang ada di hati. Kenapa ya?
Ah, enggak usah ditanya memang sudah kodratnya. Kita sudah diciptakan oleh Tuhan dengan cetakkannya. Jadi terima saja.
Yang penting setelah tercipta setiap individu mau "bergerak", enggak.

Baca Juga : Berpikir Positif


Pernah enggak kenapa kalau menulis tentang sex gender saya lebih memilih kata perempuan daripada wanita?

Didalam KBBI kata perempuan didefinisikan sebagai berikut:
perempuan/pe-rem-pu-an/ (1) n orang (manusia) yg mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; wanita (2) n istri; bini; dan (3) n betina (khusus untuk hewan).
Istilah "perempuan" umumnya digunakan untuk manusia segala umur. Sebutan umum untuk orang dewasa berjenis kelamin perempuan disebut wanita. Sementara itu, istilah untuk anak-anak yang berjenis kelamin perempuan disebut "anak perempuan", "cewek", atau "gadis".

Baca juga : Kesetaraan

Kenapa juga ditulis ibu pertiwi enggak bapak pertiwi. Nenek moyang enggak kakek moyang. Ibu kota bukan bapak kota. Ibu jari bukan bapak jari. Banyak frasa yang menunjukkan betapa mulianya perempuan.

Bahasa Indonesia sekarang banyak menggunakan pria dan wanita dibandingkan laki dan perempuan. Misalnya seperti Mempelai wanita, Mempelai pria. Toilet pria dan toilet wanita. Pria dan wanita adalah bahasa serapan sansekerta yang diartikan jantan dan betina.

Dalam etimologi Jawa, wanita berasal dari frasa Wani Ditoto yang berarti berani diatur. Kata  wanita dimaknai berdasarkan pada sifat dasar wanita yang cenderung tunduk dan patuh pada lelaki sesuai dengan perkembangan budaya di tanah Jawa pada masa tersebut.

Sementara itu menurut bahasa Sanskerta,  kata perempuan muncul dari  kata per + empu + an. Per memiliki arti makhluk dan Empu berarti mulia, tuan, atau mahir. Dengan demikian perempuan dimaknai sebagai makhluk yang memiliki kemuliaan atau kemampuan. 

Walapun kalau dilihat dari penciptaannya sebagai manusia ada kesetaraan gender. Tetapi di negara seperti timur tengah masih ada perbedaan seperti  perempuan tidak boleh "terlihat", Misalnya dalam pemerintahan tidak banyak perempuan yang dipilih sebagai kandidat untuk memimpin.

Beruntung hidup di zaman modern seperti sekarang. Emansipasi perempuan sudah mulai diperhatikan. Ada kementrian perempuan yang bisa menolong para perempuan menjadi leboh sadat diri. Bahwa mereka sungguh berharga.

Love, Audy

Reff:

Wikipedia

Staf UNAND





Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement