Menu

 

Ketika Kecantikan hanya Lahiriah Saja





 Efesus 4:24 (TB) dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 



Ketika kecantikan hanya lahiriah saja 

Saya lagi membayangkan kalimat yang saya tulis. Kecantikan, sudah pasti dalam pikiran itu bentuk wajah juga penampilan keseluruhan yang sempurna. Wajah dan semua anggota tubuh itu sinkron, Hem bahasa kecantikannya, S E M P U R N A

Pernah satu kali saya mendapat kritikan di satu medsos. Ketika itu keponakan saya meng-upload konten yang ada ketidaksempurnaan tubuh. Saya hanya berpikir itu ketidaksempurnaan di mata manusia, tidak mungkin di mata Allah. Dan saya memberikan komen kalau semua ciptaan Tuhan itu sempurna, yang pasti Tuhan menciptakan semua ada maksudnya di dunia ini. Dan ada yang berkomentar, masak dengan kecacatan tu ih dibilang sempurna! Saya tidak membalas, tetapi keponakan saya dengan sengitnya membalas, bahwa yang dimaksud saya itu dalam konteks Ciptaan Tuhan.

Setelah kejadian itu saya tidak mau lagi memberikan komentar, hehehe takut ada salah persepsi tentang jawaban Keimanan saya. 

Kalau dipikirkan siapakah saya ini, yang berani memberikan jawaban melalui keimanan saya yang begitu dangkal.

***

Terlepas dari dangkal dan tidaknya keimanan seseorang tidak bisa juga diukur dari setiap ucapan seseorang, kita hubungkan dengan kecantikan lahiriah yaa, yang sedang kita bahas ini. 

Memandang merupawanan tangan sempurna, dan ketika apa yang dipraktekkan dalam sikap, pembawaan, pembicaraan sesuai dengan kriteria rupawan ... skor yang didapat itu S E M P U R N A!

Pernah melihat kerupawanan? Tetapi ketika dia mulai bersikap dan mengucapkan kata perkata ternyata tidak sesuai. Saya kadang memliki kepekaan ketika bertemu pertama kali dengan seseorang. Kebiasaan jelek saya kadang merendahkan diri sendiri hanya untuk memancing seseorang itu bercerita. 

Dari pembicaraan itu saya dapat mengetahui level kerupawanan teman ngobrol saya.

Apakah saya jahat? 

Barangkali, karena saya bisa mengorek semua yang ada di hati. Karena setiap manusia itu senang diperhatikan. Bukan maksud saya untuk menilai, kadang saya hanya ingin merasa nyaman dengan teman bicara saya, dan saya ingin ada kesetaraan dalam pembicaraan itu. Kalau saya ada level masalah segini, apakah teman baru saya itu juga punya level yang sama atau dia lebih tinggi atau lebih rendah, sehingga saya bisa bersikap.

***

Bersyukurlah untuk teman yang mempunyai kehidupan yang baik. Ketika kerupawanan itu sempurna, kadang ada iri hati yang timbul dan menyalahkan Tuhan. Mengapa Tuhan pilih kasih? Aku seperti ini, masalahku seperti ini. Mengapa masalah dia begitu mudah. Rupawan dan masalah tidak ada yang berat. Pernahkan Anda berpikiran seperti itu?!

Pepatah kehidupan juga banyak untuk setiap permasalahan manusia. Barangkali yang memberikan pepatah itu sudah sampai ditahap itu. Ketika kita belum masuk tahap itu, tentu ada perkataan masakan pepatah itu begitu, bohong barangkali.

***

Tetaplah rendah hati. Ada perkataan yang mengena di hati dari teman mentor saya. Ketika kami belajar untul upload konten di Facebook. Kalau memang ingin upload konten wajah, kita harus bisa menerima diri kita sendiri. Wajah yang sudah Tuhan beri, terimalah! Maka semua akan baik-baik saja 

Sampai saat ini saya belum bisa benar-benar melakukannya. Apalagi ketika masuk dalam pelayanan, saya harus benar-benar Bersikap baik.

Salam,

Audy Jo

2 April 2026

Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement