Menu

 

Ibu yang Lelah Tapi Tetap Menguatkan

 




Topik: Ibu yang lelah tapi tetap menguatkan

Ayat: Yesaya 66:13

“Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku akan menghibur kamu.”


Seorang anak tentu tidak bisa lepas dari ibunya ketika mereka masih bayi, ketika masih dalam masa menyusui. 

Beranjak dewasa peran ibu tetap tak tergantikan. Mulai ketika mereka belajar berjalan, masuk sekolah, bertemu teman baru, menghadapi persoalan yang baru.

Ketika mengambil keputusan sulit dalam kehidupan, kadang ibu yang selalu siap sedia dimintai nasehat dalam membantu mengambil keputusan.

Pernah berpikir dari sisi seorang ibu?

Apa yang dialaminya? Apa yang dirasakan? Ketika anak-anak lahir, mulai belajar berjalan, menjadi lebih besar dan dewasa?

Coba sesekali rasakan "sepatu ibu".

Sudah kodratnya sebagai ibu, melahirkan dan membesarkan anak-anak. Ibu yang rela bangun lebih awal, mendahulukan kebutuhan keluarga, sering bekerja dalam diam, tanpa sorotan.

Amsal 31:15 
Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. 

Sebagai ibu dituntut untuk selalu siap ketika anak anak memerlukan kehadirannya. Meskipun dalam keadaan lelah ketika urusan di dapur telah selesai. 

Tentu berbeda dengan ibu yang bekerja di kantor. Tuntutan lebih tinggi untuk bisa menyeimbangkan urusan kerjaan di kantor dan rumah tangga.

Tuhan begitu baik menciptakan perempuan dengan berbagai multi tasking dalam hidup ini.

Ibu rajin, tapi juga perlu bersandar pada Tuhan, bukan hanya kuat sendiri.

Mazmur 127:2 
Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. 

Ketika rasa lelah datang, dan hati gundah satu satunya hanya lutut yang bertelut, mengadu meminta kekuatan untuk melewati hari demi hari. 

Panjatkan syukur untuk kehidupan dan keluarga yang Tuhan sudah beri. Ada rasa dikuatkan, semangat baru muncul ketika semua selesai diucapkan. 

Hari baru muncul, Ibu berdiri tegak untuk melewatinya.


(AJ)





Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement