Pola Asuh Mama Yang Berbeda 


Kalau membicarakan masa pertumbuhan anak-anak, saya rasa enggak ada habisnya. Apalagi dengan dua anak banyak cerita yang berbeda yang bisa diceritakan. 

Kebayang deh, buat mama di luar sana yang punya anaka lebih dari saya, hahaha betapa beragamnya cerita kehdupan mereka. Aaahhh, kok jadi iri!

Mama Segalanya Bagiku

Kadang merindukan momen ketika mereka masih kecil. Imut, masih bisa dipeluk, digendong.

Kenangan itu duluuu, ketika mereka masih kecil dan belum berani mengeluarkan kalimat bantahan.

Menganggap mama adalah segalanya. 

Coba ingat ketika mereka lapar dan haus, yang dilakukan hanya menjerit untuk keinginana mereka. Menatap wajah mama untuk pertolongan. Ketika jatuh menjerit untuk keperihan ketika kulit badan tergores. Kalimat yang diserukan, "Mama!"

Duh, kok jadi kangen. Tetapi di momen ini juga ada rasa bersalah yang mama rasakan. Sebagai seorang mama yang baru pertama kali mempunyai anak banyak trial and error yang dilakukan. Ya, iyalah kan belum pernah menjadi lulusan seorang mama, hahaha.  

Kadang suka merasa bersalah, ketika mencoba cara begini atau begitu, yang tidak pas dengan kondisi anak-anak. Hehehe, bisa dimarahain nih sama para pemerhati anak.

"Kekejaman" Mama Terselubung. 

IIh enggaklah. 

Punya anak musti menunggu sepuluh tahun. Bayangkanlah keperihan hati sewaktu menuggu keajaiban itu datang. Jadi kalau dibilang "kejam" sebetulnya tidak tepat, hanya memberikan pertanggungjawaban lebih saja untuk anak-anak, untuk mereka bisa mandiri.

Menghadapi perjalanan hidup mereka untuk menghadapi masalah yang akan terjadi ketika mereka mulai terjun di tengah dunia ini. Di tengah masyarakat yang beragam. 

Anak Cerminan Dari Rumah

Ada cerita ketika mereka mulai masuk masa pendidikan. 

Belajar untuk menerima perbedaan ketika mereka mulai dari taman kanak- kanak. Dengan berbagai sifat teman sekelasnya. 

Mereka harus mulai mengerti, mengapa temannya bersuara atau berbicara seperti itu, atau dengan kenakalan mereka yang suka bermain tangan. Mungkin terbawa dari kondisi rumah masing-masing, melihat cara perlakuan orang tuanya dirumah dan kemudian ditiru oleh anak-anak. 

Dalam hal ini saya dan suami berusaha untuk menyembunyikan, walaupun tidak bisa dipungkiri bekas titik air mata terlihat. Dimasa pernikahan lebih dari sepuluh tahun air mata sudah mulai berkurang hahaha. Beda dengan awal pernikahan, air mata masih banyak. Mungkin sudah mulai kuat menahan  emosi yaa. hati ini mulai kebal. Uhuiii mulai deh curhat. Repot hehehehe.

Kalimat Ajaib Mama

Memasuki sekolah dasar mulai banyak friksi yang terjadi diantara teman, mama selalu menjadi Hansip yang selalu menjaga. kadang kala kalimat yang paling pas untuk mereka bawa ke sekolah, "awas, nanti aku kasih tahu, Mamaku!" Hahaha kalimat sakti yang sampai sekarang masih berlaku dan menjadi untuk pegangan mereka dalam pergaulan. Ada rasa percaya diri ketika mereka "membawa" kalimat itu hehehe.

Saya bersyukur untuk komunikasi yang kami lakukan, mulai mendidik dari mereka kecil, selalu ada pertanyaan, "Apa yang kamu lakukan?'" Terus menerus sampai mereka besar, pertanyaan itu diajukan. Sekarang tanpa ditanya, mereka akan menceritakan keadaan diri mereka sendiri.  Ada rasa bangga melihat anak-anaka


Mama Melankolis Dengan Platform Digital

Memasuki usai mereka yang sudah dibilang dewasa, ada kekuatiran juga didalam hati saya dan suami, bisakah kami mengiringi perjalanan hidup mereka memasuki jenjang pekerjaan dan juga pernikahan? Masalah untuk kami dimasa umur tidak muda lagi. Semoga umur panjang untuk saya dan suami.

Sekarang dengan dunia yang berbeda, cerita yang mereka sampaikan juga berbeda, hehehe. Kalau mama tidak banyak ilmu, susah juga untuk mengiringi langkah mereka. 

Beruntung zaman digital sekarang ini banyak ilmu yang bisa dicari di platform Google. Mau enggak mau sebagai mama harus belajar parenting melalui platform digital




Dimasa antara remaja ke dewasa banyak bahasan yang kadang saya tidak mengerti. Seperti permainan digital yang mereka lakukan. 

Berharap sih tidak bermain , tetapi tarikan ini lebih kuat, sampai sekarang tidak bisa diberhentikan secara total. Hanya bisa mengawasi sesui pola asuhan keluarga saja di rumah. 

Sisi lain mereka juga bisa mengetahui hal yang berhubungan dengan dunia ini. Seperti pembahasan yang sedang terus menerus dibicarakan, khususnya untuk si Sulung pembahasannya selalu tentang Galaxy hahaha.

"Bangun pukul 5 ya, Mama! Lihat keluar ke langit, ada perubahan apa begitu?"  Terus deh ngerocos mengenai Galaxy

Mama jadi tuing... duh kapan saya harus belajar tentang Galaxy nih. Mama musti belajar nih lebih giat lagi. Tetapi rasanya isi kepala sudah full dan tidak terlalu berminat tentang Galaxy lebih jauh,  lol, maafkan. 


'nd

Dengan berbagai karakter yang berbeda, saya sebagai mama harus "menyelami" perbedaan itu.  Yang pasti, saya harus bisa mendengarkan cerita mereka. Karena hampir setiap hari, pertanyaannya sama tentang Galaxy.


"Bagaimana Mom, ada momen apa nih anak-anak kesayangan?



Love, Audy