Deg ... Deg




Papaaa ... Mamaaa ...!

Kakak berteriak, coba lihat ade!
Dari pagi menangis.
Serasa .... yang tadinya lagi main gitar dan bernyayi tiba-tiba berhenti untuk melihat si kecil.

Menangis sambil memegang perutnya. Sakit, Ma! katanya. 

"Coba ambil obat lambung, barangkali ada angin di lambung." kata papanya anak-anak. 

Untung masih ada persediaan obat lambung yang dua hari lalu di beli. 
Keputusan diambil, bawa ke rumah sakit. 

Dengar kalimat rumah sakit, punya ketakutan tersendiri. Bertahan  untuk jangan sampai sakit dan masuk rumah sakit di masa pandemi ini. Takut! Tapi apa boleh buat harus bawa si kecil untuk di periksa. 

Cari Dokter spesialis anak yang pagi adanya dokter Pingkan. Ya nggak apa-apa juga. 

Sudah menjadi kebiasaan saya untuk mencoba semua dokter yang ada di Rumah Sakit Eka. Jadi kalau dokter andalan tidak ada, dokter yang lain bisa menangani sakit penyakit yang kami derita.

"Pukul  8 pagi, jadwal praktek dokter yang pagi, Bu," jawab petugas administrasi RS. Eka ditelepon. 

"Ya sudah tolong dijadwalkan." sahutku.

Akhirnya setelah sarapan pagi kami bertiga pergi kerumah sakit dengan persiapan standar untuk keluar rumah. Memakai masker kain membawa dan hand sanitizer.

Deg ... degkan memasuki halaman rumah sakit di pintu gerbang sudah berdiri petugas yang akan memeriksa suhu dan mencantat informasi pasien yang berkunjung. 

Pertanyaan standar apa kamu sakit batuk pilek demam dan sesak nafas? Apa ada jadwal dari luar negeri atau luar kota? Setelah itu di cek suhu tubuh Puji Tuhan Normal semua.

Daftar di administrasi dan di suruh langsung ke bagian pendaftaran spesial anak. Di cek suhu dan tinggi badan.

Akhirnya, sampai di depan pintu dokter, menunggu giliran untuk dipanggil.

Rutinitas yang sudah biasa kami lakukan kalau pergi ke dokter. Untung suasana tidak ramai. Masih dibilang sepi. 

Apa karena masih ketakutan untuk datang kerumah sakit ya? Pikirku. Ah, syukurlah kalau begitu. Sehingga tidak terlalu ramai. Kami bisa bergerak lebih bebas.

Cek Usg abdomen atas, abdomen bawah, Normal. Sedikit ada sendimen di kandung kemih. Cek urine tidak ada masalah yang signifikan.

Alhasil obat yang diberikan hanya untuk lambung, alergi dan vitamin.  Dan nasehat untuk banyak makan sayuran dan banyak minum untuk mengeluarkan sendimen tersebut.  

Puji Tuhan, menunggu panggilan untuk pembayaran dan obat hampir 1 jam.

Makan pagi dulu di kafetaria. Pesen nasi tim untuk Abigail. Mama dan papa menunggu sisanya saja ๐Ÿ˜†๐Ÿคญ

Ternyata nggak setakut itu datang ke rumah sakit.


audyjo.blogspot.com
Bsd,19 Juli 2020
Late post for Juli 11,2020






Love, Audy


Share:

0 Comments:

Posting Komentar

Buletin My World

Indonesia Website Awards

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri
Kehidupan pribadi yang penuh cerita, baik suka maupun duka. Rasa marah atau senang yang perlu ditulis. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil hikmahnya. Berbenah diri selalu.

Isi Email - Untuk Cerita Terbaru via Email

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Audy Jo

Audy Jo
Moms like to write, all about life, family and others related to life. Mentor Online Class for Women.

Ebook Audy Jo


Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

AJPena Jasa

AJPena Jasa
Buat Ebook Dan Blog