Advertisement

Main Ad

Bersusah Payah Dahulu Kompasiana


Bersusah Payah Dulu



Kalau umur masih muda enggak masalah. Antri berjam-jam. 

Emang malas antri?

Dengan kondisi sekarang memang malas antri. Apalagi bertabrakan dengan jadwal makan. Enggak bisa sembarangan menguyah sesuatu.


Ada takaran, ada waktunya. Jadi selalu berharap ada tempat vaksin yang kosong. Kalau enggak ada masalah sudah pasti tempat vaksinasi dimanapun dijabani.

Dan lagian harus bisa vaksinasi dengan si kecil yang berumur 12 tahun.

Akhirnya kesempatan itu datang juga.

Ceritanya tuh keponakan cewek vaksinasi ke 2 dari sekolahnya. Mamanya cerita kalau mau vaksin hari minggu sore. Disuruh datang ke Grand Eastern. Oh ok. "Memang bisa langsung?" Enggak tahu juga, infonya begitu kata beliau. Ya sudah sambil mengiyakan info tersebut, sambil berharap info yang didapat benar.


Pas hari H nya, datanglah ketempat yang dimaksud, ternyata! Jadwal baru esok senin dimulai jam 08.00 pagi. Sedikit kecewa. Tetapi ya sudah. Begitulah kalau mau vaksinasi tanpa mengikuti aturan. Memakai link yang ada, Jadi tidak mengetahui jadwal yang pasti

Ternyata antrian sudah menunggu panjang. Hampir gagal lagi. Bertanya dengan petugas yang ada. Bagaimana cara untuk ikut vaksinasi apakah perlu memakai link daftar. Jawaban yang didapat, "bisa ..., tapi nanti datangnya siang."

Sesampainya di tempat vaksinasi, wahh ... sudah kosong! Bagaimana ini. Nah kalau sudah begini pepatah Malu bertanya sesat di jalan. Malu bertanya gagal vaksinasi lagi.

"Langsung saja, Pak. Ke lantai 3."  Di lantai 3 bertemu banyak petugas yang mendata diri yang akan ikut vaksinasi. Bersyukur akhirnya diperbolehkan masuk dan di vaksinasi.

Ditanya riwayat kesehatan bla..bla.. cek tensi, keluarkan surat yang nilai kesehatan berwarna biru. 




Setelah disuntik menunggu di area observasi, dan melaporkan kalau sudah di vaksinasi. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan surat keterangan dan jadwal selanjutnya vaksinasi ke dua.

Kalimat "malu bertanya sesat di jalan" tetap berlaku di sini. Beruntung bertanya karena vaksinasi ini bisa diperuntukkan untuk usia 12 tahun. Terhenyak deh! Karena anak yang kecil tidak diajak.

Meminta ijin dari petugas untuk membawa anak bungsu untuk di vaksinasi dan diperbolehkan, "sebelum pukul 16.00 kalau bisa ya."

Rasanya waktu begitu lambat untuk menjemput dari rumah dan kembali ketempat vaksinasi. Walaupun lewat dari waktu yang ditentukan, masih bisa untuk si bungsu di vaksin.



Sungguh suatu pengalaman yang menurut aku rasanya bikin capai. Baik di hati maupun di fisik. Apalagi dengan kondisi yang ada.. Bertemu dengan seseorang yang bisa menawarkan kursi, supaya cepat dapat divaksinasi. Kalau dilihat dari gelagat berbicara sudah pasti urusan uang keluar. 

Mendaftar di Rumah sakit yang mengadakan vaksinasi bikin kecewa juga, "maaf vaksinasi dibatalkan karena ada jadwal nakes mau divaksinasi, jadi belum tahu kapan akan diadakan lagi."

Di dalam hati kadang bingung, "disuruh cepat vaksinasi tetapi kok susah mendapatkannya. Apalagi dengan kondisi badan yang ada yang kalau bahasa kerennya 'komorbid' tidak begitu gampang mencari tempat vaksinasi yang pas." 

Rasanya ide bikin tempat vaksinasi khusus komorbid boleh juga dipikirkan, jadi tidak disatukan dengan yang sehat dan masih kuat berdiri untuk antri dari pagi sampai siang.

Tapi, ya sudahlah perjuangan untuk sampai tahap vaksinasi 1 sudah selesai. Semoga tetap sehat dan bisa sampai tahap vaksinasi ke 2.







Love, Audy

ceritadiri.com

Post a Comment

0 Comments